26.10.2015
Asia Pulp & Paper Group mengeluarkan laporan penanganan kebakaran di Sumatera Selatan

Photo by: Nova Wahyudi

Jakarta 26 Oktober: Pada hari ini Asia Pulp & Paper Group (APP) menyampaikan perkembangan baru dalam program penanganan kebakaran untuk mendukung pemasok kayu HTInya di Sumatera Selatan dan di lansekap sekitarnya.

Indonesia terus memperkuat usahanya untuk menangani kebakaran hutan, dimana fenomena El Nino di tahun 2015 ini semakin meningkatkan tantangan dan kerumitan atas usaha tersebut. Selain di Indonesia, dampak dari fenomena tersebut telah banyak diberitakan di seluruh dunia, termasuk kebakaran hebat di Australia dan Hurricane Patricia di Meksiko dan Amerika Serikat.

APP bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendatangkan dua unit pesawat Beriev Be-200 Altair yang akan terlibat melakukan pemadaman dari udara. Pesawat Be-200 adalah pesawat amfibi multifungsi yang mampu melakukan pemadaman kebakaran dari udara. Masing-masing pesawat tersebut mempunyai kapasitas penggangkutan air hingga 12.000 liter dalam satu kali jalan. Kedua pesawat tersebut telah mendarat di Sumatera Selatan awal minggu ini untuk mendukung usaha pemerintah Indonesia dalam pemadaman kebakaran hutan di lansekap Sumatera Selatan.

“Kami akan terus mendukung pemerintah dalam menangani bencana kebakaran hutan ini semaksimal mungkin. Dalam hal sinergi penguatan pemadaman api dari udara ini, kami berterima kasih telah diberi kesempatan oleh Pemerintah Indonesia untuk dapat mendukung negara kita di tengah masa sulit ini. Dan kami siap untuk melakukan hal yang lebih lagi apabila diperlukan,” ujar Suhendra Wiriadinata, Managing Director Corporate Affairs APP.“

“Fenomena El Nino saat ini melanda banyak negara di seluruh dunia, dan usaha pemadaman kebakaran kami tidak pernah berhenti kami lakukan. Sebagai salah satu perusahaan yang sedang berjuang memerangi kebakaran di lahan pemasok kayu kami, kami tentunya akan terus membantu usaha pemerintah di lansekap ini secara keseluruhan. Pada akhirnya, penanganan kebakaran memerlukan peranan banyak pihak, dan oleh karena itu koordinasi dan gotong-royong dalam penanganan amat sangat penting.”

Dalam laporan terbarunya APP telah menetapkan tiga bidang utama untuk penanganan kebakaran di Sumatera Selatan:

1. Kebijakan tanpa bakar. APP telah menetapkan kebijakan persiapan lahan tanpa bakar sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 206/KPTS-II/95 yang telah diluncurkan pada April 1995. Pemasok kayu APP mensosialisasikan kebijakan ini kepada staf dan kontraktor yang digunakan untuk mempersiapkan lahan, menanam pohon, dan/atau melakukan aktivitas pemeliharaan pohon, untuk menjaga agar kebijakan tersebut dilaksanakan.

2. Pemadaman kebakaran. Dalam jangka pendek APP dan pemasok kayunya telah bekerja sama dengan pemerintah propinsi dan pusat, serta TNI untuk memerangi kebakaran di lansekap yang lebih luas. Secara total, lebih dari 1.700 pemadam kebakaran yang telah terlatih, bersama dengan raturan anggota masyarakat dari program Masyarakat Peduli Api bekerja keras di Sumatera Selatan setiap harinya dengan dukungan pemadaman dari udara.

Sumber daya di bawah APP dan pemasok kayunya di Indonesia mencakup lebih dari 2.900 orang pemadam kebakaran yang telah terlatih, 3 helikopter, pemantauan satelit dan pesawat penginderaan jarak jauh. Selain itu, program keterlibatan masyarakat APP hingga saat ini telah mencapai lebih dari 2.600 orang di seluruh 220 desa di daerah setempat, dengan tujuan memberikan pelatihan dan peralatan untuk personel penanganan kebakaran hutan, dan anggota masyarakat setempat.

3. Pengelolaan hidrologi, pemblokiran kanal dan pengembalian HTI menjadi hutan alam. Pemasok kayu APP telah mempersiapkan rencana pencegahan kebakaran dengan memblokir kanal untuk meningkatkan ketinggian permukaan air di area-area prioritas dimana mereka beroperasi dan sekitarnya.

Drainase lahan gambut yang tidak dikontrol telah diidentifikasikan sebagai salah satu penyebab kebakaran hutan. Pada Desember 2014, APP menjalin kerjasama dengan satu tim pakar lahan gambut global, dengan keahlian di pengelolaan hidrologi dan gambut di Asia Tenggara. Tahap pertama dari pekerjaan tim tersebut adalah menggali informasi dan data yang dapat membantu mengidentifikasi area di dalam konsesi pemasok kayu APP yang memerlukan intervensi secepatnya. Sebagai bagian dari hasil pekerjaan awal tersebut, APP telah berkomitmen untuk segera menjadikan 7.000 hektar lahan di Riau dan Sumatera Selatan yang kini merupakan hutan tanaman industri kembali menjadi hutan alam. Hal ini dilakukan untuk membantu melindungi lahan gambut di lansekap lebih luas.

Selain dari usaha untuk melindungan lansekap hutan alam dan resolusi konflik, Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) APP yang diterapkan pada bulan Februari 2013 juga memulai program Manajemen Lahan Gambut Terbaik (Peatland Best Practice Management Programme / PBPMP). Langkah awal dari PBPMP tersebut merupakan kegiatan pemetaan area gambut di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat dimana pemasok kayu APP beroperasi. APP menggunakan teknologi LiDAR, yaitu teknologi yang menggunakan laser untuk membentuk model lahan tiga dimensi, termasuk struktur vegetasi, ketinggian lahan, ketinggian permukaan air di kanal untuk lebih memahami luasan dan kedalaman gambut serta tutupan lahan. Pesawat LiDAR tersebut telah terbang ke area seluas 11.000 kilometer, yang akan digunakan untuk menghasilkan pemetaan 4,5 juta hektar lahan gambut, termasuk di dalamnya area pemasok kayu APP dan sekitarnya.

Tujuan akhir dari PBPMP adalah untuk mengidentifikasi dan mengimplementasi pengelolaan lahan gambut secara terbaik atau best practice di pemasok kayu APP dan di lansekap gambut sekitarnya, untuk kemudian memitigasi resiko degradasi hutan, emisi GRK, dan kebakaran hutan.

Notes to Editors:
1.    Further information regarding theBeriev Be-200 amphibian water-bombing planes can be found at http://www.bnpb.go.id/berita/2673/dua-pesawat-be-200-rusia-bersiap-operasi-pemadaman-dari-pangkal-pinang
2.    Full details of APP’s efforts to fight fires can be found here

Tentang Asia Pulp & Paper

Asia Pulp & Paper Group (APP) adalah nama dagang untuk kelompok perusahaan manufaktur pulp dan kertas di Indonesia dan China. APP bertanggung jawab untuk menyediakan produk berkualitas untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat akan tisu, packaging, dan kertas. Setiap hari, produk kami berada di tangan para konsumer dalam berbagai bentuk dan merek di seluruh dunia.

Dimulai di tahun 1972 dengan Tjiwi Kimia yang memproduksi soda kaustik (caustic soda), sekarang kami memiliki operasi di seluruh Indonesia dan China dengan kapasitas produksi gabungan pulp, kertas, packaging dan converting sebesar lebih dari 20 juta ton per tahun. Sekarang, APP memasarkan produknya ke lebih dari 120 negara di enam benua.
Dalam perjalanan kami, kami telah memperluas operasi kami secara signifikan melalui akuisisi dan ekspansi beberapa pabrik pulp dan kertas. komitmen kami bagi kepuasan pelanggan memungkinkan kami untuk terus meningkatkan pangsa pasar kami di pasar dunia dan memperluas keberadaan kami melalui kantor kami di berbagai negara. Kami percaya 'tradisi dan modernitas berjalan berdampingan' yang berarti kami menghargai hubungan jangka panjang sebagai bagian dari tradisi Timur, namun kami juga berhasrat untuk merangkul nilai nilai modern akan inovasi dan efisiensi.

Menjaga integritas rantai pasokan kami juga sangat penting bagi oeprasional APP, selain komitmen terhadap Sustainability Roadmap Vision 2020. Untuk informasi lebih lanjut tentang perjalanan keberlanjutan (sustainability) APP, silahkan mengakses APP Sustainability Reports dan Kebijakan Konservasi Hutan di www.asiapulppaper.com

Follow @AsiaPulpPaper